Tini, Tono telepon-teleponan. Tiba-tiba teleponnya
terputus. Tono termenung terpikirkan Tini. Tina, teman Tini tiba-tiba temui
Tono. Tina talking to Tono “Ton, Tini
terkena todong!”. Tono terkejut, Tono terpikir tuk temui Tini. Tono taiki taksi
tapi Tina tertinggal. Tina teriak “Ton, tunggu Ton!”, tapi teriakan Tina tidak
terdengar Tono. Tono takut Tini terluka. Tiba-tiba taksi Tono terkena tilang,
tapi Tono tetap terobos tilang tersebut. Tiba-tiba terdengar teriakan Tini,
“Tolong… Tolong…!!”. Tono temukan tukang todong, tukang todong todong tersebut
todong Tini. Tukang todong tersebut ternyata Tusimin, tetangga tantenya Tono.
Tusimin tinggalkan Tini terikat tali, tertutup tirai. Tono tiba-tiba tusukan
tinjunya tapi tidak temui tampang Tusimin, Tusimin tertawa. Tatapan Tono tajam,
tatapan tersebut tanda-kan Tono tidak takut. Tono tempatkan tinju terus-terusan
terhadap Tusimin, tetapi Tusimin tidak terjatuh. Tusimin tiba-tiba terpeleset,
terjatuh. Tusimin tersetrum tiang tegangan tinggi. Tusimin tewas tergeletak. Tono
temui Tini, Tini terselamatkan Tono. Tamat.